mycoachfactoryoutlet.net – Mamdouh Mahmoud Salim, juga dikenal sebagai Abu Hajer al-Iraqi, adalah tokoh yang terkait dengan organisasi al-Qaeda. Berikut adalah fakta-fakta penting tentang dirinya berdasarkan informasi yang tersedia:
Latar Belakang
-
Nama Lengkap: Mamdouh Mahmoud Salim (Arab: ممدوح محمود سالم)
-
Tanggal Lahir: 1958
-
Tempat Lahir: Sudan
-
Kewarganegaraan: Sudan
-
Latar Belakang Pendidikan: Dilatih sebagai insinyur komunikasi dan insinyur listrik.
-
Agama: Islam
Keterlibatan dengan Al-Qaeda
-
Peran: Mamdouh Mahmoud Salim dianggap sebagai salah satu pendiri jaringan teroris Islamis al-Qaeda. Ia menjadi anggota majlis al-shura (dewan konsultasi) al-Qaeda.
-
Aktivitas:
-
Mengelola kamp pelatihan dan rumah tamu al-Qaeda di Afghanistan dan Pakistan.
-
Membeli gudang untuk menyimpan bahan-bahan, termasuk bahan peledak, serta peralatan komunikasi dan elektronik.
-
Bepergian atas nama al-Qaeda ke berbagai negara seperti Malaysia, China, Filipina, dan Jerman.
-
Bekerja sama dengan Wadih el-Hage dalam berbagai perusahaan milik Osama bin Laden.
-
-
Fatwa 1992: Menurut kesaksian Jamal al-Fadl, Salim mengeluarkan fatwa pada 1992 atas permintaan pimpinan al-Qaeda, yang memberikan justifikasi untuk membunuh warga sipil Muslim dan orang-orang yang tidak bersalah dalam rangka menyerang musuh non-Muslim, seperti Amerika. Fatwa ini dianggap penting dalam perkembangan al-Qaeda. Fatwa tersebut konon didasarkan pada pandangan ulama Salafi abad ke-14, Ibn Taymiyyah.
-
Kegiatan di Sudan:
-
Pada 1990, ia bepergian ke China, Jepang, atau Hong Kong bersama Mohammed Loay Bayazid untuk memfasilitasi pembelian peralatan komunikasi untuk pemerintah Sudan.
-
Pada akhir 1993 atau awal 1994, ia mengunjungi Hilat Koko di Khartoum bersama Jamal al-Fadl dan bertemu dengan Amin Abdel Marouf untuk membahas senjata kimia.
-
Ia juga membantu memperoleh peralatan komunikasi untuk dinas intelijen Sudan.
-
-
Upaya Senjata Nuklir: Pada 1993, ia diduga berusaha memperoleh komponen senjata nuklir, menurut pernyataan jaksa.
Penangkapan dan Hukuman
-
Penangkapan: Ditangkap pada 16 September 1998 di dekat Munich, Jerman, terkait keterlibatannya dalam pemboman kedutaan besar Amerika Serikat di Afrika Timur pada 1998. Ia diekstradisi ke Amerika Serikat pada 20 Desember 1998.
-
Tuduhan: Didakwa atas keterlibatan dalam pemboman kedutaan besar AS 1998, konspirasi untuk melakukan pembunuhan, dan penggunaan senjata pemusnah massal.
-
Insiden Penjara: Pada 1 November 2000, saat menunggu persidangan di Metropolitan Correctional Center di Manhattan, Salim menikam petugas penjara Louis Pepe dengan senjata tajam, menyebabkan Pepe kehilangan mata kirinya, mengalami kerusakan otak parah, dan lumpuh sebagian. Ia juga menyemprotkan saus pedas ke petugas lain dalam upaya melarikan diri dan menyandera.
-
Hukuman Awal: Pada 2002, ia mengaku bersalah atas penikaman petugas penjara dan dijatuhi hukuman 32 tahun penjara pada Mei 2004.
-
Putusan Banding: Pada Desember 2008, hakim banding federal memutuskan bahwa hakim sebelumnya keliru karena tidak memasukkan penikaman sebagai bagian dari plot terorisme. Hukuman diperbarui, dan pada Agustus 2010, Salim dijatuhi hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.
-
Tempat Penahanan Saat Ini: Salim kini ditahan di fasilitas ADX Florence, penjara keamanan maksimum di Colorado, Amerika Serikat.
Pernyataan di Pengadilan
-
Selama persidangan melalui koneksi video dari penjara Supermax di Colorado pada 2010, Salim mengaku menyesal atas penikaman terhadap Louis Pepe, menyatakan, “Saya menjadi bukan diri saya sendiri,” dan menyangkal bahwa ia adalah teroris atau melakukan kejahatan lain. Ia mengaku bersalah atas penikaman karena yakin akan dihukum atas tuduhan lain yang ia klaim tidak dilakukannya.
-
Ia juga menyatakan bahwa jika Pepe ingin “mengambil matanya atau tangannya,” ia bersedia menyerahkan anggota tubuhnya, menegaskan bahwa ia bukan penjahat.
Fakta Tambahan
-
Nama Alias: Abu Hajer al-Iraqi atau Abu Hajer.
-
Hubungan dengan Osama bin Laden: Nama Salim sering muncul bersama nama Osama bin Laden dalam dakwaan sepanjang 157 halaman, menunjukkan kedekatan perannya dalam operasi al-Qaeda.
-
Kebohongan kepada Penegak Hukum: Pada September 1998, ia diduga berbohong kepada penegak hukum Jerman dan Amerika mengenai keterlibatannya dengan al-Qaeda, Jihad Islam Mesir, dan pemboman kedutaan.
Informasi dalam artikel ini diambil dari sumber-sumber terbuka yang tersedia di internet, termasuk artikel Wikipedia, laporan media, dan dokumen pengadilan. Namun, beberapa tuduhan, seperti upaya memperoleh senjata nuklir, didasarkan pada pernyataan jaksa atau kesaksian dan belum tentu memiliki bukti yang sepenuhnya terverifikasi. Penting untuk mempertimbangkan konteks hukum dan politik dalam mengevaluasi tuduhan ini.